Halo,
Panggil saya coach Surfi. Saya memiliki mass communication BA dari University of Utah dan adalah relationship coach yang tersertifikasi. Saya banyak memiliki pengalaman dalam hubungan dengan berbagai macam masalahnya dan secara pribadi pernah mengalami dari yang satu kencan hingga hubungan yang panjang 8 taun dan ketergantungan emosional alias codependency yaitu berupa alkolisme dan kekerasan yang berhasil saya tinggalkan. Apapun itu yang baik saya ambil sarinya, di mana hubungan itu jarang sekali bertengkar, dan saya juga mengetahui hubungan manipulatif di mana hubungan itu sangat sering bertengkar hingga menuju jalur legal dan berurusan dengan berbagai macam pola keterikatan dan personality disorder seperti narsisisme. Setelah menghabiskan berbulan-bulan membaca buku-buku dari pakar relationship dan pernikahan, psikologi berpasangan, menghabiskan berjam-jam menonton video dari para coach lain yang sudah sangat berpengalaman, dan para pakar hubungan ternama dari Amerika seperti John M. Gottman, Ph. D. dan Harville Hendrix, Ph. D. yang akan banyak menjadi dasar coaching saya, dan mengemasnya sedemikian rupa supaya masyarakat Indonesia dapat mencernanya, saya berikan pada anda loveclinic.co.id di mana anda tidak hanya dapat curhat tapi juga memulai mengambil langkah tepat bagi hubungan anda. Saya merasa sayang bila saya tidak berbagi dengan anda, karena semua ini tidak diajari di sekolahan. Ini adalah skill EQ yang akan sangat berguna tidak hanya di kehidupan cinta anda, tetapi juga di lingkungan lain seperti tempat kerja, dengan keluarga, dsb.
Tugas saya adalah memberikan feedback yang objektif, bukan untuk menghakimi anda atau memberitahu apa yang seharusnya anda mau, tapi sebagai fasilitator dan informan anda, supaya anda dapat mengambil keputusan yang tepat untuk diri anda. Saat anda curhat dengan teman atau keluarga, meskipun maksud mereka baik, sebenarnya mereka malah dapat semakin menjerumuskan anda atau memberikan pendapat yang berkonflik dengan apa yang anda butuhkan atau inginkan. Tugas saya lainnya adalah membebaskan ekspektasi yang diberikan orang lain pada anda. Apalagi di kultur Asia, terkadang orang hidup dengan apa yang disuruhkan oleh orang lain dari mereka, apa yang orang tua mereka inginkan, apa yang akan dikatakan oleh masyarakat sekitar, sementara anda sendiri akhirnya tidak bahagia. Saya percaya bahwa pasangan yang sehat secara emosional adalah dasar dari keluarga yang bahagia, dan berujung pada masyarakat yang sadar dan sehat secara emosional, dan itu mendatangkan umur yang panjang dan produktivitas yang akan memajukan bangsa.
With love,
Coach Surfi

